Saat air menangis,waktu angin bernyanyi
Hari yang menyenangkan, burung-burung berkicau saling bercanda ria dengan sesamanya, kelinci kecil melompat kesana kemari dengan riangnya.Begitu juga dengan Sang Angin.
Angin bernyanyi gembira sembari menari kesana kemari, laksana bidadari-bidadari surga yang tengah berpesta pora diatas hamparan permadani kebahagiaan.Hidup begitu manis,walaupun hidup tak pernah lebih manis dari madu,tapi ia bertekad akan membuat hidup ini manis semanis yang ia mampu.Seperti halnya pelangi,walau hanya muncul semenit dua menit,tapi pelangi tetap merasa bahagia,karena dengan kilauan warna memukaukan yang dimilikinya,ia mampu membuat hidup ini lebih berwarna,walau mungkin sesudah itu,ia akan dilupakan.Dengan satu prinsip,"Buat semua orang tersenyum dan bahagia dengan kehadiranmu,buat mereka mengerti bahwa mereka bisa,dan mereka tidak sendiri".Dan...,tak kan ada orang yang berbahagia,jika tiada orang yang bersedih.
Jauh dibawah sana,terdengar sang Air menangis tersedu-sedu meratapi dirinya yang tak pernah bisa mengerti,mengapa ia ditakdirkan menjadi air?Bukan air mata yang melipur lara para dara-dara ayu yang menangis karena patah hati,itu masih lebih baik.Tapi mengapa ia ditakdirkan menjadi air keruh??
(bersambung....)
